DPRD Jabar

DPRD Jabar Desak Perbaikan Listrik Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi

×

DPRD Jabar Desak Perbaikan Listrik Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi

Sebarkan artikel ini
DPRD Jabar
Komisi II DPRD Jawa Barat menyoroti krisis infrastruktur listrik di Laboratorium Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan, Sukabumi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | SUKABUMI – Krisis infrastruktur listrik membayangi masa depan konservasi penyu hijau di Pantai Pangumbahan. Dalam kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan (Satpel) Taman Pesisir Penyu di kawasan tersebut, Komisi II DPRD Jawa Barat menemukan persoalan mendasar: laboratorium konservasi belum didukung suplai listrik yang memadai.

Temuan ini mencuat saat evaluasi pelaksanaan program Tahun Anggaran 2025 sekaligus penyusunan perencanaan strategis 2026. Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menegaskan Pangumbahan merupakan benteng terakhir pelestarian penyu di Jawa Barat selain Pangandaran. Namun, benteng itu kini menghadapi tantangan serius dari sisi teknis.

Baca Juga:  DPRD Jabar Laksanakan Kegiatan Reses I 2018 Secara Serentak

“Penyu adalah biota laut istimewa yang tidak dimiliki semua daerah. Di Jawa Barat, pusat konservasi seperti ini sangat terbatas. Oleh karena itu, komitmen dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat harus selaras dalam melindungi habitat penyu hijau ini,” ujar Lina seusai kunjungan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:  Soal Kasus Seksisme di Purwakarta, DPRD Jabar Dorong Kesetaraan Gender di Ruang Publik

Masalah utama terletak pada akses daya listrik. Sumber listrik terdekat berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi utama laboratorium. Jarak ini dinilai terlalu jauh untuk menjamin stabilitas suplai bagi perangkat laboratorium modern yang sensitif terhadap gangguan arus.

Baca Juga:  Ranperda Pemajuan Kebudayaan Dibahas, Sejarah Lokal Cirebon Masuk Sorotan DPRD Jabar

Kondisi tersebut menimbulkan risiko kerusakan alat riset dan perawatan penyu akibat fluktuasi daya. Selain itu, panjangnya jalur transmisi menyulitkan respons cepat saat terjadi gangguan teknis. Padahal, laboratorium menjadi pusat vital dalam proses penetasan, penelitian, hingga edukasi konservasi penyu hijau yang populasinya kian terancam.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2