“Nah, ini yang saya soroti. Kalau fungsi pelayanan sudah baik, kemudian pembangunan juga berjalan, ke depan pemerintah harus fokus kepada fungsi pemberdayaan. Karena semakin masyarakat berdaya, beban pemerintah semakin sedikit,” tegasnya.
Buky menilai persoalan mendasar di Jawa Barat saat ini masih berkaitan dengan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Ia menyebut kedua indikator tersebut masih berada di kisaran hampir 7 persen.
“Angka kemiskinan sekarang ini masih hampir 7 persen. Angka pengangguran juga masih hampir 7 persen, sekitar 6,8 persen,” ucapnya.
Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai lebih dari 50 juta jiwa, angka tersebut setara dengan sekitar 3,5 juta orang dalam kondisi rentan secara ekonomi. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan sosial.
“Pengangguran dan kemiskinan akan berdampak pada tingkat penyimpangan perilaku,” kata Buky.





