Ia menjelaskan, keberadaan halte meskipun bersifat non permanen sangat dibutuhkan untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan, sekaligus menjadi titik aman bagi pengemudi saat menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Kalau fasilitas seperti halte kecil dan toilet portable tersedia, tentu pengalaman pengguna akan jauh lebih baik. Masyarakat jadi lebih yakin untuk beralih ke transportasi umum,” tambahnya.
Program BRT Bandung Raya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan target pengembangan trayek hingga tahun 2027, BRT diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah Bandung Raya.
“Harapan saya, di tahun 2027 seluruh jalur sudah terbangun dengan baik sehingga BRT bisa benar-benar menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat,” tutup Prasetyawati. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





