Salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan kapasitas tempat tidur pasien dari 100 unit menjadi 200 unit, guna mengantisipasi tingginya kebutuhan layanan kesehatan paru.
Selain sarana fisik, Encep juga menekankan pentingnya optimalisasi peralatan khusus, seperti fasilitas kultur dan uji resistensi TBC, untuk memastikan efektivitas pengobatan pasien.
“Alat ini sangat penting untuk memastikan pengobatan TBC benar-benar efektif dan mencegah terjadinya kekambuhan,” jelasnya.
Komisi V DPRD Jabar juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis paru dan dokter mikrobiologi klinik, yang masih menjadi kendala dalam optimalisasi layanan.
“Kami mendorong adanya dukungan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tanpa SDM yang memadai, layanan kesehatan paru yang kita harapkan tidak akan optimal,” pungkas Encep. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





