Jurnal Warga

Bendera One Piece Memberi Pesan Bukan Ancaman

×

Bendera One Piece Memberi Pesan Bukan Ancaman

Sebarkan artikel ini
Fenomena bendera one poece jelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80
Fenomena bendera one poece jelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. (foto: istimewa)

Analogi sederhana adalah ketika kita melihat saudara Palestina digenosida dari badai Al-Aqsa sampai detik ini, kita terbelenggu dengan urusan dan pikiran masing-masing.

Terhitung dari 7 Oktober 2023 sampai tulisan ini dibuat, Palestina digenosida sekitar 671 hari dengan korban lebih dari 60.000 nyawa manusia syahid. Kita masih berasumsi, “perut sendiri saja lapar, ngapain mikirin jauh-jauh di Palestina” sungguh liberal.

Baca Juga:  Hore! Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Cuti Bersama

Jika melihat berdasarkan view helikopter, aktivitas mayoritas manusia di bumi pertiwi mencerminkan sekularisme. Maksudnya, memisahkan peran Tuhan dari kehidupan.

Sederhananya, Tuhan hanya mengatur ibadah ritual saja, sedangkan aturan kehidupan tidak dilibatkan. Ya, akal manusia bebas berkehendak padahal hakikatnya lemah dan terbatas.

Baca Juga:  Petugas dan Warga Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Karangkamulyan Ciamis

Wajar, jika setiap aturan yang berlaku bisa saling berbenturan, bahkan standar baik dan buruk mengikuti suara mayoritas. Hari ini, orang melakukan kebenaran hanya karena minoritas dianggap tidak relevan. Padahal yang dilakukan kebanyakan orang belum tentu benar, inilah buntut dari ide sekularisme.

Baca Juga:  Rancangan Perpres Tentang Perusahaan Platform Digital: Kebiri Gaya Baru Pemerintah dan Khianati Kebebasan Pers
Pages ( 3 of 7 ): 12 3 45 ... 7