Jurnal Warga

Kesejahteraan Guru, Harapan Pendidikan Bangsa

×

Kesejahteraan Guru, Harapan Pendidikan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Seorang guru sedang membimbing siswanya.
Seorang guru sedang membimbing siswanya. (foto: istimewa)

JABARNEWS – Guru honorer di Indonesia memegang peranan strategis sebagai ujung tombak pendidikan di berbagai jenjang sekolah, baik negeri maupun swasta. Mereka menjadi garda terdepan dalam mendidik dan membentuk generasi masa depan bangsa, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh guru berstatus ASN.

Namun, kenyataannya, guru honorer seringkali menghadapi kondisi kesejahteraan yang jauh dari memadai.

Baca Juga:  Yogie Mochamad dan Babak Baru Kepolitikan

Paradoks ini muncul dari fakta bahwa meskipun kontribusi mereka sangat besar dalam menjaga keberlangsungan proses pendidikan, mereka justru mengalami ketidakpastian status kerja, penghasilan yang rendah, dan terbatasnya akses terhadap jaminan sosial.

Isu kesejahteraan guru honorer semakin mendapat sorotan seiring dengan kebijakan pemerintah terkait penghapusan guru honorer dan proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga:  Demokrasi Ugal-Ugalan: Jauh dari Jati Diri Bangsa

Selain itu, ketimpangan pendanaan pendidikan antara daerah maju dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) memperparah kesenjangan kesejahteraan di antara para guru.

Dari perspektif keadilan sosial, kondisi ini menciptakan tantangan serius bagi pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Peranan Digipay dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Pemberdayaan UMKM

Pendidikan yang berkualitas tidak dapat terwujud tanpa dukungan yang memadai terhadap para pendidik, khususnya guru honorer yang menjadi tulang punggung pendidikan di banyak daerah.

Data empiris dari survei Kemendikdasmen dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa mayoritas guru honorer menerima penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) (Nugroho et al., 2024).

Pages ( 1 of 13 ): 1 23 ... 13