Tidak hanya aspek ekonomi yang menjadi fokus, upaya peningkatan kapasitas guru honorer juga mendapat perhatian serius.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memberikan peluang bagi guru honorer untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, sehingga memenuhi kualifikasi akademik yang disyaratkan dalam sistem kepegawaian nasional.
Program ini sangat penting agar guru honorer dapat memperoleh status dan perlindungan kerja yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kompetensi profesional mereka.
Pelatihan keterampilan baru yang difasilitasi pemerintah, seperti pelatihan bahasa Inggris, coding, dan kecerdasan buatan (AI), menunjukkan upaya untuk menyiapkan guru honorer menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Era ini menuntut guru tidak hanya mampu menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan menarik.
Dengan demikian, guru honorer yang terampil dan profesional akan mampu mendukung transformasi pendidikan menuju masa depan yang lebih maju.
Salah satu harapan terbesar dari guru honorer adalah terbukanya peluang mendapatkan status Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Skema ini membuka ruang bagi guru honorer berpengalaman untuk mendapatkan gaji yang lebih layak, jaminan sosial yang memadai, dan kepastian status kerja yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian dan kecemasan.





