Jurnal Warga

Menukil Kejujuran dan Integritas Proses Pencalonan pada Pilkada

×

Menukil Kejujuran dan Integritas Proses Pencalonan pada Pilkada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mahar politik (Foto: Leonardo.ai)
Ilustrasi mahar politik (Foto: Leonardo.ai)
Ilustrasi mahar politik (Foto: Leonardo.ai)
Ilustrasi mahar politik (Foto: Leonardo.ai)

3. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan politik bagi masyarakat serta kader partai politik mengenai pentingnya integritas dalam proses pencalonan.

4. Penerapan sanksi yang tegas dan konsisten bagi pelaku mahar politik, baik di kalangan partai politik maupun calon kepala daerah.

Baca Juga:  Dari Akses Menuju Kesetaraan: Pendidikan Indonesia yang Mulai Berdaya

Apakah langkah-langkah tersebut efektif bisa diterapkan?

Lagi-lagi, akan menemui kesulitan dalam praktiknya. Regulasi hanyalah sekedar kisi-kisi, dan bisa tergerus oleh situasi.

Kesimpulannya, secara aturan hukum pencalonan dalam Pilkada seharusnya bebas dari mahar politik. Sesuai dengan ketentuan dalam perundang-undangan, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi banyak tantangan.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Tegaskan Tidak Ada Mahar Politik di Partai Golkar

Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari semua pihak termasuk pemerintah, lembaga pengawas, partai politik, dan masyarakat untuk benar-benar mewujudkan pemilihan kepala daerah yang jujur dan berintegritas.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah Harus Tanggung Jawab atas Tunjangan Jabatan Akademik di Sekolah

Pemilihan kepala daerah yang jujur dan berintegritas sangat penting, untuk memastikan bahwa pemimpin yang terpilih adalah individu yang berkarakter dan berkualitas. Mampu menciptakan dan mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.***

Pages ( 3 of 3 ): 12 3