Pada kenyataannya, seluruh umat Islam di belahan dunia manapun tidak ada satupun yang menerapkan ajaran Islam secara komprehensif, parsial saja. Tidak semua muslim paham bahwa Islam mengatur seluruh aktivitas kehidupan, dari perkara sederhana sampai tatanan negara.
Sayangnya, mayoritas muslim beragama sesuai pesanan hati bukan seluruh perintah Ilahi. Contoh kasus: perintah sholat diambil, perintah menutup aurat ditanggalkan.
Parahnya lagi, akibat seorang muslim tidak memahami esensi Islam secara mendalam dan cermlang, sering salah menafsirkan ayat, hadist, ijma sahabat, dan qiyas.
Contoh kasus: surah Al-Baqarah ayat 143, kata wasath[an] sebagai pertengahan, tidak radikal dan tidak liberal. Padahal banyak ulama sudah menafsirkan ayat tersebut.
Seperti Imam Ibn Katsir menjelaskan di dalam Tafsîr Ibn Katsîr, “Wasath di sini adalah al-khiyâr wa al-ajwad (yang terbaik, pilihan dan paling bagus)”





