“Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Sementara itu, Presiden Maduro dan rakyat Venezuela selama ini adalah pendukung setia perjuangan Palestina,” katanya.
Furqan menilai agresi Amerika Serikat ke Venezuela merupakan bukti nyata brutalitas kebijakan imperialisme yang bertujuan menundukkan sebuah negara dan menjarah sumber dayanya.
“Jejak kebijakan ini bisa ditemukan di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, Yaman, dan Palestina. Amerika Serikat telah membunuh lebih dari 20 juta rakyat di 37 negara pasca Perang Dunia II, serta terlibat dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sejak 1945,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, FPN menyerukan penguatan front antiimperialisme di tingkat nasional, regional, hingga internasional.
“Solidaritas bangsa-bangsa yang pernah dijajah harus dibangun. Solidaritas Asia, Afrika, dan Amerika Latin harus diperkuat. Indonesia punya modal sejarah karena pernah mempeloporinya pada 1955,” ujar Furqan.





