Nasional

Gentengisasi Prabowo Disorot, Industri Atap Hadapi Tantangan Baru

×

Gentengisasi Prabowo Disorot, Industri Atap Hadapi Tantangan Baru

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana Gentengisasi atap genteng tanah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana Gentengisasi dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat. (Foto: Tangkapanlayar YouTube Sekretariat Presiden)

“Ya, saya kira itu punya dampak positif dari sisi efisiensi. Karena kan kita melihat bahwa pola penggunaan sebagai material yang peruntukannya sama kan juga ada kaitannya dengan impor dan sebagainya gitu ya,” ujar Acuviarta kepada Jabarnews.com di Bandung, Senin (2/2/2026).

Ia menilai penggunaan genteng tanah berpotensi meningkatkan nilai tambah karena melibatkan komoditas lokal dan tenaga kerja dalam negeri. Menurutnya, hal ini dapat menggerakkan sektor usaha nasional secara lebih luas.

Baca Juga:  Begini Sibuknya DPUPR Kota Cirebon Keruk 4 Sungai Jelang Musim Hujan

Kebijakan ini juga dinilai akan memengaruhi rantai pasok industri atap. Acuviarta menyebut, meningkatnya permintaan genteng berpeluang memunculkan pola bisnis dan model usaha baru di berbagai mata rantai distribusi.

“Saya kira ini otomatis akan berkembang ya. Akan muncul sel-sel baru di setiap rantai distribusi dan tentu saya kira akan berkembang pola-pola bisnis baru, bisnis model yang baru, terkait produk ya gitu,” katanya.

Baca Juga:  Ditetapkan Jadi Presiden Terpilih, Prabowo Subianto: Kami akan Bekerja Keras

Meski demikian, Acuviarta menilai Gentengisasi tidak serta-merta menciptakan ketimpangan antar industri atap. Menurutnya, setiap jenis atap memiliki pasar dan fungsi yang berbeda.

“Tidak semua bangunan bisa menggunakan genteng. Ada standar dan peruntukan masing-masing, sehingga tetap ada segmentasi pasar,” ujar Acuviarta.

Baca Juga:  Beri Dukungan Penuh ke Gibran, Fahri Hamzah Sentil Publik: Dia Adalah Anak Pejabat

Terkait isu potensi penurunan investasi di sektor atap seng dan aluminium, Acuviarta menilai kekhawatiran tersebut belum memiliki dasar kuat.

Menurutnya, kebutuhan atap nasional sangat besar dan tidak mungkin hanya bergantung pada satu jenis material.

Pages ( 2 of 4 ): 1 2 34