Nasional

Gentengisasi Prabowo Disorot, Industri Atap Hadapi Tantangan Baru

×

Gentengisasi Prabowo Disorot, Industri Atap Hadapi Tantangan Baru

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana Gentengisasi atap genteng tanah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana Gentengisasi dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat. (Foto: Tangkapanlayar YouTube Sekretariat Presiden)

Ia juga menekankan bahwa produksi dan penggunaan genteng tanah hingga saat ini masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Sementara di wilayah lain, penggunaan atap non-genteng masih dominan karena faktor distribusi dan kondisi lingkungan.

“Kalau daerah-daerah tertentu misalkan seperti Sumatera saya lihat ya penggunanya sangat terbatas gitu ya,” ujarnya.

Baca Juga:  Rencana Jumpa Pers, Kadinkes: TNI Serius Tangani Covid-19

Dalam praktik di lapangan, preferensi masyarakat terhadap jenis atap pun beragam. Untuk atap rumah, genteng tanah kerap dipilih karena dinilai lebih sejuk, memiliki nilai estetika, serta tahan lama.

Namun, di kawasan pesisir, daerah industri, dan wilayah dengan akses distribusi terbatas, masyarakat cenderung memilih atap non-genteng seperti seng dan aluminium.

Baca Juga:  MK dan KPU Digugat Lagi, Prabowo-Gibran Terancam Gagal Melaju di Pilpres 2024

Selain lebih ringan dan mudah dipasang, material tersebut dianggap lebih praktis untuk bangunan dengan kebutuhan konstruksi tertentu.

Acuviarta juga menyoroti aspek ketahanan material. Menurutnya, atap seng memiliki daya tahan terbatas di wilayah pesisir akibat paparan garam, sementara genteng tanah terbukti mampu bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Baca Juga:  Pembahasan Cawapres Prabowo Subianto Tunggu Deklarasi Partai Demokrat, Ternyata...

“Bayangkan untuk rumah-rumah Jawa ada genting yang berusia lebih dari 100 tahun dan masih bagus,” katanya.

Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4