Ia menilai tantangan ke depan justru terletak pada pengembangan industri genteng agar lebih modern dan efisien, termasuk melalui riset kualitas material dan mekanisasi produksi.
Di sisi lain, produsen atap non-genteng juga dituntut menghadirkan produk yang lebih kompetitif dan sesuai kebutuhan pasar.
“Tantangannya menghadirkan produk-produk di luar genteng yang lebih kompetitif, lebih berdaya tahan,” ujarnya.
Menurut Acuviarta, dengan kebutuhan pembangunan perumahan yang terus meningkat, ruang bagi seluruh jenis industri atap nasional masih terbuka lebar, selama masing-masing mampu menyesuaikan diri dengan segmentasi dan preferensi pasar.(ryn)





