Indonesia menjadi tim senior kelima yang ditangani Herdman, setelah sebelumnya ia melatih timnas putri Selandia Baru, timnas putri Kanada, timnas putra Kanada, serta klub Major League Soccer (MLS) Toronto FC.
Rekam jejak Herdman dinilai banyak pihak menjadi alasan kuat di balik optimisme tersebut. Ia sukses membawa timnas putri Selandia Baru tampil di Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta memimpin Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Prestasi paling dikenang adalah saat Herdman mengantarkan timnas putra Kanada ke Piala Dunia 2022, menjadi penampilan pertama Kanada di Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun sejak debut pada 1986.
Dalam jumpa pers di Jakarta pekan lalu, Herdman mengungkapkan bahwa langkah awalnya di Indonesia adalah mendengarkan langsung cerita para pemain, termasuk Jay Idzes dan rekan-rekannya, terkait kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Ia berkomitmen untuk memahami pengalaman tersebut dan mengambil langkah konkret agar kegagalan serupa tidak terulang pada kualifikasi Piala Dunia 2030.





