Selain penanganan lubang, petugas juga membersihkan bahu jalan dari rumput liar dan menormalisasi saluran drainase. Upaya ini dilakukan untuk menjaga daya tahan konstruksi, terutama menghadapi musim hujan yang kerap mempercepat kerusakan lapisan aspal.
Rina menjelaskan, kerusakan di ruas tersebut salah satunya dipicu perbedaan struktur perkerasan. Sebagian jalur cepat masih menggunakan perkerasan lentur atau aspal, sementara segmen lain telah dibangun dengan perkerasan kaku berbahan beton.
Perbedaan ini menciptakan titik rawan, khususnya saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak bekerja maksimal.
“Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminannya agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton,” katanya.
Melalui percepatan ini, Kementerian PU menyatakan penanganan dilakukan secara bertahap dengan penekanan pada aspek keselamatan dan peningkatan mutu layanan infrastruktur jalan nasional. (det)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





