“Ini mendorong dunia untuk membaca ulang peta kebudayaan dan sejarah peradaban manusia dari perspektif yang lebih utuh dan inklusif,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenbud RI di Bandung, Minggu (25/1/2026).
Fadli Zon menegaskan capaian ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan global. Temuan ini juga mengukuhkan kebudayaan Indonesia sebagai salah satu fondasi peradaban manusia yang sangat tua.
“Penemuan ini memperluas peta peradaban manusia, dan menegaskan bahwa Nusantara adalah salah satu pusat paling awal kreativitas simbolik manusia, sebagai salah satu peradaban tertua di dunia” ujar Fadli Zon.
Temuan tersebut berupa stensil tangan yang diteliti melalui metode penanggalan Uranium Series berbasis laser. Pengukuran dilakukan pada lapisan kalsit yang terbentuk di atas pigmen.
Penelitian ini merupakan bagian dari program riset dan pendokumentasian seni cadas di Sulawesi Tenggara yang berjalan sejak 2019.





