Secara geografis, lukisan purba ini berada pada koridor Wallacea. Koridor ini relevan dengan jalur utara migrasi menuju wilayah Sahul.
Studi ini memperkuat pandangan bahwa migrasi awal manusia modern (Homo Sapiens) menuju wilayah Sahul melibatkan perjalanan maritim melalui Wallacea. Manusia yang bergerak di jalur ini membawa kemampuan budaya yang sudah maju.
Fadli Zon mengatakan di wilayah kepulauan yang menjadi jembatan peradaban dunia ini, manusia awal terbukti telah mampu berkreasi, menandai ruang, dan membangun makna.
“Jejak yang ditinggalkan masih berbicara kepada kita puluhan ribu tahun kemudian,” katanya.
Untuk memastikan temuan ini memberi manfaat maksimal bagi ilmu pengetahuan dan publik, Kementerian Kebudayaan menyiapkan agenda tindak lanjut bersama BRIN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra internasional.





