Di sisi lain, tekanan terhadap harga minyak global terus terjadi. Situasi ini dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik, termasuk ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap infrastruktur energi Iran apabila akses Selat Hormuz terganggu.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak Brent tercatat naik menjadi 112,42 dollar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencapai 98,51 dollar AS per barel.
Dalam lanskap energi yang rapuh, kebijakan WFH tampak bukan sekadar soal fleksibilitas kerja, melainkan strategi sunyi untuk menahan laju konsumsi, di tengah dunia yang terus berdenyut oleh ketidakpastian. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





