Di kokpit terdapat dua kapten pilot dan satu first officer, didukung dua teknisi yang bertugas sebagai engineer on board.
Komposisi ini mencerminkan penerapan standar operasional yang ketat, terutama untuk misi kedinasan dengan rute menantang secara geografis.
Pesawat turboprop tersebut memang dirancang untuk beroperasi optimal di wilayah dengan kontur ekstrem seperti Sulawesi Selatan, yang dikenal memiliki bentang alam pegunungan dan karst.
Namun hingga kini, kondisi pesawat dan seluruh orang di dalamnya masih menjadi tanda tanya.
Adapun manifes penerbangan mencatat nama-nama berikut:





