Mereka akan dilatih peka terhadap isu perlindungan kelompok rentan. Penanganan kasus pun akan lebih sensitif dan profesional.
Langkah ini penting karena tantangan di lapangan masih besar. Trunoyudo menjelaskan, kesadaran masyarakat untuk melapor kasus masih rendah. Stigma terhadap korban juga masih kuat. Kapasitas personel dalam memahami isu gender perlu terus ditingkatkan.
Polri mengatasi tantangan ini melalui penguatan berkelanjutan. Seperti pelatihan rutin untuk personel, penyusunan SOP baru, kerja sama lintas lembaga, serta peningkatan kualitas pendidikan internal. Penambahan mata kuliah menjadi bagian dari upaya menyeluruh ini.
“Langkah itu sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman ,” ucap Trunoyudo.
Ia menegaskan Polri ingin mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif kemanusiaan.





