Nasional

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

×

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

Sebarkan artikel ini
KPK soroti mahalnya biaya politik dan risiko korupsi jabatan
Gedung KPK (Foto: Net)

“Kepala daerah terpilih kemudian mempunyai beban besar untuk mengembalikan modal politik tersebut, dan sayangnya dilakukan dengan cara-cara melawan hukum, yaitu korupsi,” kata Budi.

KPK menilai kasus Ardito Wijaya sekaligus mengonfirmasi temuan awal dalam kajian tata kelola partai politik yang sedang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga:  KPK Sebut Ada Dua Tersangka Baru dalam Kasus Bandung Smart City, Siapa Saja?

Salah satu hipotesisnya adalah tingginya kebutuhan dana partai politik, baik untuk pemenangan pemilu, operasional rutin, maupun agenda internal seperti kongres dan musyawarah.

Baca Juga:  Pembukaan Destinasi Wisata saat New Normal, Ini Kata Wishnutama

Di sisi lain, lemahnya transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan partai politik dinilai memperbesar risiko masuknya aliran dana ilegal.

Kondisi ini membuat pengawasan menjadi sulit dan pencegahan korupsi tidak berjalan optimal.

Baca Juga:  Program Pendampingan Desa Berlanjut di Tahun 2020
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4