Secara ilmiah, penurunan permukaan tanah terjadi ketika air tanah disedot secara berlebihan sehingga tekanan air di dalam lapisan tanah menurun drastis.
Beban tanah meningkat, lapisan tanah memadat, dan permukaan tanah pun perlahan turun.
“Kondisi ini menyebabkan lapisan tanah mengalami konsolidasi dan menyusut secara permanen. Tanah turun dan tidak bisa kembali ke kondisi semula,” katanya.
Prof. Satyanto menjelaskan, lapisan tanah yang paling rentan mengalami amblesan adalah lempung lunak dan tanah organik tebal, yang banyak ditemukan di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
Baca Juga: Hasbullah Rahmad Dorong Pemprov Jawa Barat Menghentikan Pengambilan Air Tanah Skala Besar
Jenis tanah ini memiliki tingkat kompresibilitas tinggi dan mudah kolaps ketika airnya dikeluarkan secara paksa.





