“Ini adalah upaya agar media mendapatkan kompensasi yang adil atas karya jurnalistiknya,” jelasnya.
Skema ini punya beberapa manfaat langsung. Bagi anggota, arsip berita dalam format teks, foto, dan video bisa dimonetisasi sebagai dataset AI. Perlindungan hak cipta juga diperkuat lewat pengaturan akses bot AI yang lebih ketat.
Selain itu, anggota akan dapat bantuan teknis untuk standarisasi format data. Sementara bagi AMSI sebagai organisasi, ini memperkuat peran dalam negosiasi hak cipta secara kolekti, mirip Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di industri musik.
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menegaskan, kunci keberhasilan skema ini adalah kolektivisme.
“Kita tidak boleh lagi defensif, tapi harus proaktif menyiapkan strategi. Kunci utamanya adalah kolektivisme,” tegasnya dalam webinar yang diikuti lebih dari 60 media anggota.





