Dari proses inilah terbentuk Peuyeum Bendul dengan aroma lembut, rasa manis alami, dan tekstur yang lebih padat dibanding tape singkong pada umumnya.
Jejak sejarah Peuyeum Bendul sudah ada sejak 1940-an. Tape ini pertama kali dibuat oleh Murdi, warga Kampung Bendul, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
Hingga kini, kawasan tersebut masih dikenal sebagai sentra penjualan Peuyeum Bendul, terutama di jalur Padalarang-Purwakarta-Cikampek.
Selain dikenal karena cita rasanya, tape singkong ini juga memiliki nilai gizi yang cukup baik.
Mengutip laman HaloDoc, dalam 100 gram tape singkong terkandung energi 169 kkal, karbohidrat 40,2 gram, serat 2 gram, protein 1,4 gram, serta vitamin C dan mineral penting lainnya. Kandungan ini menjadikan Peuyeum Bendul tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi asupan energi bagi tubuh.





