“Kami bukan meminta bantuan sosial. Kami hanya menagih hak atas kewajiban yang sudah kami laksanakan. Di sekolah kami memastikan administrasi pendidikan berjalan, tapi di tingkat dinas justru hak pegawai tidak terselesaikan,” ujarnya.
Keterlambatan pembayaran ini disebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi para pegawai, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
ATEKA menduga terdapat kendala koordinasi antara Disdikbud, BKPSDM, dan BPKAD Kabupaten Karawang.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab belum cairnya gaji ratusan PPPK Tendik tersebut.
Para tenaga kependidikan berharap pemerintah daerah segera memberi penjelasan dan memastikan pembayaran dilakukan tanpa penundaan lebih lanjut. (tiv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





