“Di situ saya merasa terancam. Agen sudah menelepon keluarga saya meminta uang untuk tiket pulang, dan kata-katanya sangat menyakitkan,” katanya, seperti dikutip dari Radar Bekasi.
Hingga kini, kepastian kepulangan Lely belum jelas. Ia mengaku agen penyalur sulit dihubungi dan terkesan menghindar dari tanggung jawab.
Sementara itu, keluarganya di Bekasi tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli tiket pesawat pulang yang diperkirakan mencapai hampir Rp11 juta.
“Sudah dihubungi, tapi agennya seperti menghilang. Keluarga saya juga tidak mampu membeli tiket karena harganya hampir Rp11 juta,” ujarnya.
Lely berharap pemerintah Indonesia dapat membantu memfasilitasi kepulangannya agar bisa kembali berkumpul dengan anak dan keluarganya. Saat ini, keluarganya tinggal di rumah sang kakak di kawasan Teluk Pucung, Bekasi.





