Efisiensi juga dilakukan secara personal oleh gubernur yang akrab disapa KDM. Ia telah menghapus anggaran baju dinas, kendaraan dinas, hingga meniadakan total dana perjalanan dinas pemerintah yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp1,5 miliar.
Bahkan, penggunaan listrik di gedung-gedung Pemprov Jabar kini dimatikan untuk menekan pengeluaran.
“Jangan aneh kalau saat ini listrik di gedung-gedung pemerintah mati dan dimatikan,” ucap Dedi Mulyadi.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor. Menurutnya, pajak tersebut merupakan sumber pendapatan tertinggi yang memungkinkan pembangunan tetap berjalan.
Dengan pengelolaan anggaran yang ketat ini, tahun depan Jawa Barat diproyeksikan memiliki jalan yang lebih mulus, lampu penerangan yang terang, serta sistem drainase dan CCTV yang lebih tertata di seluruh wilayah.(red)





