“Semuanya hampir sama tidak berbeda jauh Bandung aja yang dianggap ini yang ramainya kita lihat di tanggal 24, 25, 27, itu ini kesannya turun lagi,” ungkap Dodi.
Dodi membeberkan kemungkinan penyebabnya, mulai dari ekonomi lesu hingga kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Pemotongan anggaran kementerian dan daerah hingga 40 persen memicu dampak domino bagi perhotelan.
“Saya tidak bisa ngomong kan dari dulu kan akibat daripada apa efisiensi dari pemerintah. Kan semua sekarang daerah dipotong, efisiensi 40 persen. Kemudian semua kementerian dipotong. Nah, akibat dipotong itu ya akhirnya sekarang terjadi penurunan,” jelasnya.
Tekanan ekonomi ini diperparah oleh melemahnya daya beli kelas menengah dan memanasnya geopolitik global. Perang Amerika-Israel melawan Iran memicu lonjakan harga BBM yang memaksa warga menahan uang tabungan.
“Perang Iran Iran Israel Amerika kan harga bahan bakar menukik tajam, itu pengaruhnya sekarang semua kegiatan di perhotelan juga sepi,” tambahnya.





