Wang Jun diperkenalkan sebagai calon suami, dan pada 5 Agustus 2025 rombongan datang membawa mahar.
Vina, yang lahir 21 Agustus 1999, awalnya tergoda janji mahar besar dan kiriman uang bulanan untuk keluarganya.
Tapi sesampainya di China, kenyataan pahit menanti. Wang Jun bersikap aneh, pernikahan Islam yang dijanjikan tidak pernah terjadi, paspor Vina ditahan, dan ia mengalami isolasi serta kekerasan fisik.
Pemprov Jabar memastikan koordinasi untuk menjemput Vina akan segera dilakukan agar ia bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa modus pengantin pesanan masih mengancam perempuan yang terhimpit kondisi ekonomi.(red)





