Daerah

Satu Rumah Warga di Purwakarta Hancur Akibat Longsor

×

Satu Rumah Warga di Purwakarta Hancur Akibat Longsor

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | PURWAKARTA – Sedih bercampur kebingungan dirasakan Eman Sulaeman (37), warga Kampung Sumur Bandung RT 03/01 Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta menatap kosong ke puing-puing rumahnya yang hancur tertimpa runtuhan fondasi rumah tetangga.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (12/12/2019) pada pukul 19.00 WIB, membuat wilayah tersebut terjadi bencana longsor,  mengakibatkan rumah Eman rusak parah sehingga rata dengan tanah.

Bencana alam itu tidak menelan korban jiwa saat kejadian, namun menyebabkan pria yang hidup sebatangkara tersebut tidak memiliki tempat tinggal.

Baca Juga:  SDN 1 Jayakerta Karawang Dibiarkan Ambruk? Ini Penjelasannya

Pasca kejadian itu, kebingungan terus hantui Eman yang berprofesi sebagai pemulung itu, lantaran entah bagaimana dirinya bisa membangun kembali rumah yang ditempati seorang diri setelah ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu itu.

“Saya bingung gimana caranya rumah ini bisa dibangun kembali, sedangkan saya hanya seorang pemulung dengan penghasilan pas-pasan ini,” kata Eman saat ditemui sedang memunguti puing-puing rumahnya, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga:  Herman Suherman Pastikan Umat Kristiani Bisa Beribadah di Gereja

Keadaan rumah tersebut rata dengan tanah, serta semua barang elektronik yang dimilikinya, berupa televisi, kipas angin, dan barang lainnya gagal diselamatkan karena tertimbun bangunan rumah yang roboh.

Dia mengatakan, tidak ada satupun perabotan rumah yang bisa diselamatkan. Hanya beberapa potong pakaian yang diambil esok harinya meski sudah tertimbun reruntuhan rumahnya.

“Saya tidak tahu harus mencari bantuan ke mana,” ucap pria yang hanya berpenghasilan Rp.20.000, setiap harinya.

Baca Juga:  Jangan Sampai Telat! Jadwal Lokasi SIM Keliling Purwakarta Selasa 11 Juli 2023 Disini

Ia berharap ada dermawan dapat meringankan bebannya agar dapat kembali menempati rumah warisan orangtuanya itu. Sementara waktu, ia tinggal menumpang bersama tetangga.

“Malam ini saya numpang di tetangga, nggak tahu besok dimana lagi saya tinggal. Mudah-mudahan Allah mengerakkan hati orang yang dermawan, yang mau membantu saya,” harapnya dengan muka sedih. (Gin)

Tinggalkan Balasan