Nasional

Tuntut Transparansi, Ratusan Warga Jayagiri Cianjur Datangi Balai Desa

×

Tuntut Transparansi, Ratusan Warga Jayagiri Cianjur Datangi Balai Desa

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | CIANJUR – Di tengah pandemi Covid-19, ratusan warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa (Unras) di balai desa setempat, Senin (22/6/2020).

Aksi yang diikuti ratusan massa tersebut dilakukan guna meminta adanya transparansi program bantuan dari pemerintah serta adanya keterbukaan informasi dari pemerintah desa terkait penerima bantuan.

Aksi yang berlangsung dama tersebut dilanjutkan dengan mediasi antara perwakilan warga dengan aparatur pemerintah desa dan kecamatan setempat serta dikawal ketat oleh personel Polsek Sukanagara dan Koramil Sukanagara.

Baca Juga:  Begini Tanda-tanda Jika Motor Kalian Kehabisan Oli Mesin

Akah (40) seorang tokoh pemuda setempat, mengatakan warga pada dasarnya hanya ingin ada transparansi mengenai sejumlah anggaran bantuan dikucurkan dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur.

“Kami ingin pihak pemerintah desa lebih transparan soal bantuan kepada warga dan siapa saja penerima bantuan tersebut,” katanya.

Baca Juga:  RSUD Bekasi Raih Penghargaan Pelayanan Predikikat A dari Kemenpan-RB

Dalam kesempatan itu, Akah juga meminta bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan tidak ada kepentingan dari sekelompok atau individu tertentu.

“Pelayanan kepada masyarakat juga harus lebih baik agar desa bisa maju, berkembang dan warga sejahtera,” ucapnya.

Kepala Desa (Kades) Jayagiri, Wawan S mengaku semua aspirasi warga akan ditampung dan diterima dengan baik. Ia pun mengaku berterima kasih atas kritik membangun dari warga. Terkait bantuan Covid-19, jelas Wawan, ada 173 warga penerima BST, kemudian bantuan dari provinsi 86 orang keluarga penerima dan PKH ada sekitar 400 orang lebih.

Baca Juga:  Bawaslu Temukan 141 Bapaslon Langgar Protokol Kesehatan Saat Daftar ke KPU

“Sedangkan bantuan dari anggaran dana desa (DD) dari jumlah 500 warga, hanya 182 warga yang menjadi BLT Dana Desa,” jelasnya. (Mul)

Tinggalkan Balasan