Daerah

Soal Kasus Intoleran di Jabar, Dedi Mulyadi Tegaskan Hal Ini

×

Soal Kasus Intoleran di Jabar, Dedi Mulyadi Tegaskan Hal Ini

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait kasus intoleransi beragama yang mencuat di Kabupaten Sukabumi. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (27/6/2025), ketika sebuah rumah singgah di kawasan Cidahu dirusak oleh sekelompok warga, memicu keprihatinan publik soal kebebasan beragama.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dikabarkan Mundur dari Partai Golkar, Kenapa?

Data dari Setara Institute menyebutkan bahwa pada tahun 2024, Jawa Barat masih menempati posisi teratas dalam jumlah pelanggaran Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama (KBB), meskipun angkanya menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 47 kasus. Selama 18 tahun terakhir, Jabar konsisten masuk lima besar provinsi dengan kasus KBB terbanyak.

Baca Juga:  Kerap Dianggap Negatif, Eastern Wolves Coba Rubah Stigma Musik Metal

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menekankan bahwa proses edukasi kepada masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Ia meminta waktu untuk membenahi dan menanamkan nilai-nilai toleransi secara menyeluruh.

“Saya ini menjabat baru 5 bulan kan. Kemudian tentunya perlu waktu untuk kami mengedukasi publik,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima, Minggu (6/7/2025).

Baca Juga:  Dana Operasional Masjid Raya Bandung Disetop, Dedi Mulyadi: Kami Terikat Aturan

Menurutnya, pembangunan kesadaran masyarakat agar tidak bersikap intoleran dalam beragama membutuhkan pendekatan jangka panjang, namun ia tetap optimistis bahwa warga Jawa Barat memiliki potensi besar untuk saling menghormati dalam keberagaman.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2