Daerah

Dedi Mulyadi akan Ubah Tata Ruang Puncak dan Megamendung Bogor

×

Dedi Mulyadi akan Ubah Tata Ruang Puncak dan Megamendung Bogor

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan melakukan perubahan tata ruang secara menyeluruh di kawasan Puncak dan Megamendung, Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis lingkungan dan mencegah bencana yang makin kerap terjadi akibat kerusakan fungsi kawasan.

Menurut Dedi, perubahan tata ruang bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Ia menyebutkan bahwa kawasan yang dulunya merupakan daerah resapan air, perkebunan, dan area rawan bencana, kini telah berubah menjadi permukiman dan lokasi wisata komersial.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Reaktivasi Jalur Kereta Bandung-Pangandaran Jadi Prioritas

“Di Bogor, daerah rawan bencana dan resapan air diubah menjadi tempat wisata dan permukiman. Tanpa ada perubahan tata ruang, bencana akan terus terjadi,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).

Baca Juga:  Pecat Kejati Yang Rapat Pakai Bahasa Sunda Tuai Kontroversi, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Tak hanya Bogor, Dedi menyebutkan rencana perubahan tata ruang juga akan dilakukan di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, dan Tasikmalaya, sebagai bagian dari strategi penyelamatan lingkungan skala provinsi. Ia menuding alih fungsi hutan menjadi kebun sayur dan tambang sebagai penyebab utama rusaknya keseimbangan ekosistem.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Sebut Pembinaan Santri Ponpes Al Zaytun akan Diambil Alih Kemenag

“Saya sadar ini mungkin ditentang banyak pihak. Tapi penyelamatan jauh lebih penting. Untuk apa pembangunan megah jika pada akhirnya hancur oleh bencana?” tegasnya.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23