JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi sinyal kuat untuk melepas kepemilikan sahamnya di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Opsi ini dipilih sebagai jalan keluar untuk mempercepat pengembangan bandara yang selama ini berjalan lamban sekaligus menekan beban fiskal daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan wacana tersebut merupakan hasil evaluasi panjang terhadap kinerja dan prospek BIJB.
Evaluasi itu menunjukkan bahwa pengembangan Kertajati akan memakan waktu sangat lama jika hanya bertumpu pada kemampuan keuangan pemerintah provinsi.





