JABARNEWS | BEKASI – Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMA Negeri 20 Kota Bekasi hingga kini belum rampung dan baru mencapai sekitar 72 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Rabu (4/2/2026).
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung mengatakan, keterlambatan pembangunan merupakan dampak dari kendala anggaran tahun 2025 yang belum mampu menuntaskan seluruh pekerjaan.
“Ada laporan dari Dinas Pendidikan dan temuan anggota komisi di lapangan bahwa sejumlah pembangunan belum selesai di anggaran 2025. Maka kami turun langsung untuk memastikan progresnya dan mendapatkan kepastian kapan bisa diselesaikan,” ujar Yomanius.
Ia menekankan, fokus pengawasan DPRD tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi pada dampak langsung terhadap siswa. Dari rencana 20 ruang kelas baru, baru sekitar 10 ruang yang bisa dimanfaatkan secara bertahap.
“Yang terpenting bagi kami, ruang kelas ini bisa digunakan dengan nyaman saat tahun ajaran baru. Saat ini daya tampungnya belum terpenuhi sepenuhnya,” katanya.





