JABARNEWS | SUMEDANG – Rentetan bencana alam melanda Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sejak awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang mencatat sebanyak 42 kejadian bencana terjadi hanya dalam kurun waktu Januari, dengan tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang Bambang Rianto mengungkapkan bahwa tingginya intensitas bencana berdampak langsung terhadap permukiman warga di sejumlah wilayah.
“Dalam satu bulan Januari terdapat 42 kejadian bencana. Rumah yang terdampak sebanyak 39 unit, kemudian rumah yang terancam akibat longsor ada 35 unit, serta 65 kepala keluarga terdampak,” ujar Bambang di Sumedang, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari masih berlangsungnya periode bencana hidrometeorologi yang ditandai dengan cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan deras diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Awal 2026 ini kita masih masuk bencana hidrometeorologi, yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan informasi dari BMKG, hingga beberapa waktu ke depan Sumedang masih berpotensi diguyur hujan,” katanya.





