JABARNEWS | BANDUNG – Free Palestine Network (FPN) mendesak Presiden Prabowo Subianto meninjau ulang keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), lembaga yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Desakan tersebut disampaikan dalam aksi simpatik yang digelar serentak di sejumlah kota di Indonesia, Minggu (8/2/2026).
Di Kota Bandung, aksi dipusatkan di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, lokasi bersejarah Konferensi Asia Afrika 1955. Massa menilai keikutsertaan Indonesia dalam BoP bertentangan dengan prinsip perjuangan anti-kolonialisme dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“Presiden Prabowo perlu meninjau ulang keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk Donald Trump,” kata Sekretaris Jenderal FPN Furqan AMC dalam orasinya.
Furqan menegaskan, Board of Peace bukan lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak memiliki mandat internasional yang sah. Ia menyebut BoP dibentuk sepihak dengan piagam yang disusun sendiri, tanpa menempatkan Palestina maupun Gaza sebagai subjek utama.
“Tidak ada satupun perwakilan Palestina di dalamnya. Bahkan tidak ada klausul yang menegaskan komitmen pada kemerdekaan Palestina. Lebih jauh lagi, Netanyahu justru masuk dalam struktur dewan tersebut, sementara Trump menjabat sebagai ketua seumur hidup,” ujar Furqan.





