Daerah

Soal Selisih Survei Kepuasan dengan Dedi Mulyadi, Erwan Setiawan: Wakil Tidak Boleh Melebihi Kepala

×

Soal Selisih Survei Kepuasan dengan Dedi Mulyadi, Erwan Setiawan: Wakil Tidak Boleh Melebihi Kepala

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan desak polisi tangkap influencer yang hina suku Sunda
Wagub Jabar Erwan Setiawan (kiri) (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan merespons selisih signifikan tingkat kepuasan publik antara dirinya dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menegaskan perbedaan angka survei merupakan konsekuensi pembagian peran dalam sistem pemerintahan, bukan indikator disharmoni.

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen, sedangkan Erwan Setiawan berada di angka 55,3 persen.

Baca Juga:  Seorang Janda di Garut Dapat Hibah Tanah dari TNI

Menanggapi hal itu, Erwan mengutip filosofi kepemimpinan Sunda terkait etika posisi antara kepala dan wakil. “Kan sistem pemerintahan di kita ini, wakil tidak boleh melebihi kepala dan saya tahu diri. Istilah Bahasa Sunda taktak ulah ngaluhuran sirah (pundak tidak boleh melebihi kepala),” ujarnya di Gedung Sate, Bandung, Senin (24/2/2026).

Baca Juga:  Parah! Seorang Pemuda di Purwakarta Curi Kotak Amal Masjid, Aksinya Terekam CCTV

Ia menjelaskan, persepsi publik dipengaruhi oleh intensitas eksposur dan peran di lapangan. Menurutnya, Gubernur lebih banyak turun langsung menemui masyarakat, sementara dirinya memastikan tata kelola administrasi pemerintahan tetap berjalan optimal.

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Ulum: Minat Masyarakat Belajar Bahasa Arab Rendah

“Kalau dua-duanya turun semua, bagaimana di kantor? Ya, saya kira wajar, enggak jadi masalah. Yang penting pemerintahan efektif dan berjalan dengan baik,” katanya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2