JABARNEWS | GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mengakui adanya jurang pembangunan antara wilayah selatan dan kawasan lain di daerahnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut kondisi sosial dan ekonomi di Garut bagian selatan masih tertinggal dan memerlukan percepatan pembangunan yang terukur.
Sejumlah indikator menjadi perhatian pemerintah daerah, seperti masih tingginya angka kemiskinan ekstrem, putus sekolah, hingga kematian ibu dan anak.
Menurut Syakur, fakta tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi di Garut belum menyentuh seluruh wilayah secara merata.
Kawasan selatan dinilai belum merasakan dampak pembangunan secara optimal, terutama bila dibandingkan dengan wilayah perkotaan dan daerah utara yang lebih maju dari sisi infrastruktur dan aktivitas ekonomi.





