JABARNEWS | GARUT– Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) di Desa Ganeas, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, hidup dalam ancaman longsor akibat kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran dan semakin labil dalam dua tahun terakhir.
Ancaman tersebut terutama dirasakan warga di Kampung Batu Susun dan Kampung Cikubang yang berada di lereng perbukitan curam. Setiap hujan deras turun, warga diliputi kecemasan karena khawatir longsor terjadi secara tiba-tiba dan menimbun permukiman.
Kerusakan bangunan mulai terlihat jelas di sejumlah rumah warga. Retakan panjang muncul di dinding dan lantai rumah, menjadi bukti nyata pergerakan tanah yang terus berlangsung dan berpotensi memburuk sewaktu-waktu.
Rizal, warga Kampung Cikubang, mengungkapkan ketakutan yang dirasakan warga setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kami takut longsor susulan. Apalagi kemarin sempat terdengar suara gemuruh. Jika hujan deras, air dari gunung langsung turun ke pemukiman,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).





