JABARNEWS | BANDUNG — Pihak SMA Negeri 5 Bandung akhirnya menyampaikan penjelasan terkait insiden pengeroyokan yang menewaskan salah satu siswanya, Muhammad Fadhly Arjasubrata (17), pada Jumat (13/3/2026).
Pihak sekolah menegaskan kegiatan buka puasa bersama yang disebut-sebut menjadi awal peristiwa tersebut bukanlah program resmi dari pihak sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, mengatakan pihak sekolah bahkan telah lebih dulu memberikan klarifikasi kepada orang tua siswa mengenai rencana kegiatan buka bersama tersebut sebelum kejadian berlangsung.
“Pemberitahuan mengenai bukber memang sempat beredar, sehingga kami sudah menjelaskan kepada orang tua bahwa kegiatan itu bukan tanggung jawab sekolah,” ujar Dadan saat ditemui di TPU Sirna Raga, Kota Bandung, Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, saat ini beredar berbagai versi mengenai kronologi bentrokan yang melibatkan siswa SMAN 5 Bandung dan siswa SMAN 2 Bandung di kawasan Jalan Cihampelas.





