JABARNEWS | BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai tibanya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia mulai April hingga Juni 2026.
Gelombang hawa panas ini diprediksi bermula dari kawasan Nusa Tenggara sebelum akhirnya merambat secara bertahap ke daerah-daerah lain di tanah air.
Merespons proyeksi cuaca tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan pihaknya tengah melakukan langkah mitigasi serius mengingat tingginya ketergantungan kota pada pasokan air baku luar daerah.
Farhan menjelaskan bahwa ketersediaan air di Kota Kembang sangat bergantung pada suplai yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi maupun pihak ketiga yang telah menjalin kontrak kerja sama.
”Sekarang ini memang sumber air baku kita betul-betul sangat tergantung kepada sumber air baku yang datang dari berbagai macam sumber yang dimiliki oleh sumber air baku pun yang pemerintah provinsi maupun dari beberapa titik yang sudah kontrak dengan kita,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (14/5/2026).





