Sahat menegaskan bahwa peran karantina saat ini sangat strategis dalam mendukung ekspor nasional, melampaui sekadar pengendalian risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
“Karantina tidak hanya berfungsi mencegah masuk dan keluarnya risiko hayati, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membuka akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia,” tambah Sahat.
Capaian ekspor ke China ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan produk pertanian Indonesia lainnya di pasar global melalui dukungan sistem karantina yang kuat dan berkelanjutan.(red)





