Daerah

Dede Yusuf: 16 Daerah Tak Sanggup Biayai PSU Pilkada 2024, Butuh Rp1 Triliun

×

Dede Yusuf: 16 Daerah Tak Sanggup Biayai PSU Pilkada 2024, Butuh Rp1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Dede Yusuf
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: Detik.com).

“Kalau mau jujur, kenapa bisa PSU? Karena lemahnya penyelenggara di bawah. Kebanyakan masalah ijazah, ada yang tidak cermat dalam verifikasi. Bahkan ada mantan narapidana yang masih lolos. Hal-hal seperti ini harus kita ubah,” tegasnya.

Baca Juga:  Jasa Marga Minta Pengendara Antisipasi Ini Sebelum Masuki Jalan Tol

Secara nasional, pembiayaan PSU di 24 daerah diperkirakan mencapai Rp750 miliar. Jika ditambah dengan biaya pengamanan dan pelaksanaan ulang pilkada, total kebutuhan dana bisa mencapai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.

“Saat ini masih menunggu skema pembiayaan dari pemerintah, termasuk dukungan dari pemerintah provinsi,” jelas Dede.

Baca Juga:  Sepekan Jelang Pilkada 2024, KPU Tasikmalaya Masih Kekurangan 13.264 Surat Suara

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jabar, Dedi Supandi, mengatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait PSU di Kabupaten Tasikmalaya mencakup tiga hal utama: pembatalan nomor urut, pasangan calon, serta penetapan hasil pemilihan.

Baca Juga:  Ema Sunarna Harap Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Kota Bandung Meningkat

“KPU membutuhkan biaya Rp40 miliar untuk PSU, sementara biaya pengamanan mencapai Rp12 miliar, totalnya sekitar Rp62 miliar. Saat ini sedang diverifikasi,” ujar Dedi.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3