JABARNEWS | GARUT – Menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mulai memetakan wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan lebih awal. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih saat kondisi darurat terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepuloh, menyebutkan terdapat tiga kecamatan yang secara siklus tahunan selalu lebih dulu terdampak.
“Secara siklus itu yang biasa paling awal dilanda kekeringan itu ada tiga kecamatan,” kata Aah dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/4/2026).
Tiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Cigedug, Malangbong, dan Selaawi. Di daerah tersebut, sumber air yang biasa dimanfaatkan masyarakat kerap mengering lebih cepat dibanding wilayah lain saat musim kemarau tiba.
“Itu biasa tiga kecamatan lebih awal untuk kita suplai air bersih,” katanya.





