Daerah

Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembenahan Tata Ruang dan Relokasi Sempadan Sungai untuk Atasi Banjir Bandung Raya

×

Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembenahan Tata Ruang dan Relokasi Sempadan Sungai untuk Atasi Banjir Bandung Raya

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan langkah-langkah struktural dan jangka panjang untuk menekan risiko banjir dan longsor di wilayah Bandung Raya. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pembenahan tata ruang menjadi kunci utama, termasuk penghentian sementara izin perumahan di kawasan hijau hingga relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Baca Juga:  Kriminalitas di Garut Naik 25 Persen Sepanjang 2025, Penipuan dan Kekerasan Masih Dominan

Kebijakan tersebut disampaikan KDM usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Bandung Raya di Loka Wirasaba IPDN, Kabupaten Sumedang, Selasa (9/12/2025). Rakor dihadiri para kepala daerah dari Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, dan Garut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Maaf, Stop Alih Fungsi Lahan Demi Cegah Banjir Jabar

KDM menekankan bahwa Bandung Raya berada di kawasan rawan, termasuk jalur Sesar Lembang dan wilayah rentan bencana hidrometeorologi. Karena itu, pemulihan kawasan resapan dan ruang terbuka hijau disebut wajib dilakukan.

“Ruang terbuka hijau harus dipertahankan. Izin-izin perumahan yang sedang diproses maupun yang sudah terbit akan kami tunda untuk dievaluasi tata ruangnya. Kita harus pastikan pembangunan tidak menimbulkan risiko tinggi bagi lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Persoalkan Dilaporkan ke Bareskrim soal Barak Militer Siswa

Ia menambahkan bahwa normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak akan efektif jika alih fungsi lahan di hulu tetap dibiarkan.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23