“Saya dapat cerita, kunjungan ke keraton di Cirebon itu rata-rata sehari pulang karena hanya melihat keraton. Atmosfer historikal dan suasana cintanya hilang,” katanya.
Dedi mengajak pemerintah daerah bersama masyarakat menata kembali wajah Kota Cirebon dengan pendekatan budaya dan pelestarian sejarah.
Ia juga menegaskan revitalisasi dilakukan untuk menjaga warisan budaya, bukan untuk kepentingan komersial semata.
“Kita bukan menjual keraton tapi merawat keraton, kita bukan menjual makam tapi merawat makam,” tegasnya.
Selain revitalisasi keraton, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menata jalur Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di berbagai daerah yang dilalui selama rangkaian Milangkala Tatar Sunda.





