Menurut Dedi, intervensi hanya akan dilakukan jika persoalan berdampak langsung pada hajat hidup masyarakat.
“Kalau soal pengelolaan kebun binatang, itu menyangkut kelembagaan dan yayasan. Kita hormati otoritas yang berwenang. Tapi kalau diminta, saya akan selesaikan,” katanya.
Seperti diketahui, Bandung Zoo saat ini ditutup sementara akibat konflik internal dua pihak yang sama-sama mengklaim sebagai manajemen sah. Penutupan dilakukan sejak Kamis, 3 Juli 2025, untuk mencegah pengunjung terdampak kericuhan.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, mengatakan perawatan dan pemberian pakan satwa tetap berjalan, namun mengakui ada tujuh satwa mati sejak konflik mencuat pada Maret lalu. “Ada burung-burung, juga binturong,” ujarnya.





