Daerah

Akhiri BUMD Hantu dan Praktik Bagi-bagi Jabatan Politik, Dedi Mulyadi Siapkan Super Holding

×

Akhiri BUMD Hantu dan Praktik Bagi-bagi Jabatan Politik, Dedi Mulyadi Siapkan Super Holding

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi sindir penunggak pajak kendaraan Jabar 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto: Net)

“Itu saya coret. Dalam setahun habis Rp11 miliar lebih, tapi BUMD-nya enggak punya duit. Uangnya malah diputar lagi dengan bikin anak perusahaan baru. Itu kamuflase,” ujar Dedi.

Ia menilai praktik semacam itu mencerminkan kegagalan tata kelola dan pengelolaan risiko keuangan, meski dijalankan oleh pimpinan yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Dedi bahkan menyinggung potensi kerugian hampir Rp6 triliun yang pernah membayangi Bank Jabar di masa lalu sebagai contoh buruk pengambilan keputusan finansial.

Baca Juga:  Pohon Besar Tumbang di Perempatan Nagrak Cianjur

Pernyataan paling tegas disampaikan Dedi terkait relasi BUMD dan politik. Ia menegaskan tidak akan menjadikan jabatan direksi atau komisaris BUMD sebagai ruang kompromi bagi tim sukses atau kelompok pendukung kekuasaan.

Baca Juga:  Belanja Pembangunan Jabar 2025 Tertunda Rp621 Miliar, Dedi Mulyadi Sebut Dampak Dana Bagi Hasil Pusat

Menurutnya, ketergantungan BUMD pada siklus politik telah membuat perusahaan daerah kehilangan orientasi bisnis dan profesionalisme. Setiap pergantian kepala daerah, struktur BUMD ikut berubah, sementara kinerja keuangan stagnan atau bahkan merugi.

Baca Juga:  Tanggapi Klarifikasi Lucky Hakim soal Liburan ke Jepang, Dedi Mulyadi: Kebahagiaan Harus Sejalan dengan Tanggung Jawab!

“Finansial itu harus netral dari intervensi politik. Saya tidak mau BUMD jadi tempat parkir tim sukses,” tandasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2