Menurut Vini, virus campak dapat menyebar dengan sangat cepat melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, hingga melalui benda yang terkontaminasi virus.
Sebagai langkah pencegahan paling efektif, masyarakat diminta memastikan anak telah mendapatkan imunisasi campak lengkap hingga dosis kedua sebelum melakukan perjalanan mudik.
“Upaya paling efektif mengantisipasi campak yakni dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idul Fitri,” katanya.
Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menggencarkan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serempak. Program ini digelar untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak, khususnya usia 9 hingga 59 bulan.
Layanan imunisasi tersebut tersedia di berbagai fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, sekolah PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.





